Belakangan ini Mastahtugas melakukan riset kecil-kecilan pada mahasiswa Indonesia. Kami melakukan sebaran kuisoner ke 40 kampus di Indonesia. Dari sebaran kuisoner tersebut ditemukan fakta menarik bahwa banyak mahasiswa yang ternyata kemampuan penguasaan excelnya tergolong masih kurang.
Skill mereka dalam mengolah excel ada di skor 30 dari nilai total 100. Mengapa bisa sedemikian rendahnya kemampuan dari mahasiswa Indonesia dalam mengolah excel? Kami akan memberikan jawaban ulasanya untuk Anda.
Table of Contents
Toggle1. Pembelajaran Excel Dari SMP sampai Kuliah yang Tidak Banyak Meningkat
Kalau kita amati pembelajaran excel di Indonesia tidak terlalu berjenang sesuai dengan taksonomi bloom yang dirumuskan dalam kurikulum. Dari SMP hingga kampus pelatihan excelnya hanya seputar penjumlahan, pengurangan, perkalian, sampai dengan melakukan perhitungan akuntansi sederhana. Akibatnya skill mahasiswa dan pelajar cenderung mandek.
2. Industri Data Saintis yang Tidak Terlalu Berkembang di Indonesia
Di Indonesia pasar ahli data tidak dibutuhkan karena sepinya ekosistem industry digital di negeri ini. Ekonomi Indonesia masih digerakan oleh industri ekstraktif dan kuliner. Akibatnya pelajar dan mahasiswa Indonesia serasa malas dan seperti tidak ada manfaatnya belajar excel lebih mendalam. Minat mahasiswa dan pelajar yang hilang terhadap pembelajaran excel inilah yang membuat para guru excel tidak ingin berkecimpung di dunia ini yang sepi peminat lalu lebih berminat untuk kerja dibidang lainya.
3. Kemampuan Bahasa Inggris Pelajar Indonesia Masih Rendah
Tutorial excel yang lebih rumit dan lebih mendalam seringkali disajikan dalam Bahasa Inggris. Baik itu di platform Youtube, Tiktok, maupun di website. Kemampuan mahasiswa dan pelajar Indonesia yang rendah membuat mereka seringkali tidak paham terhadap materi-materi video yang berbahasa Inggris. Oleh karenanya hal ini linear dengan kemampuan excel pelajar Indonesia yang tergolong rendah dibandingkan pelajar India yang lebih melek IT dan STEM dari kecil.
4. Harga Laptop yang Belum Menjangkau Masyarakat Indonesia
Masyarakat Indonesia jarang sekali punya laptop. Orang-orang yang punya laptop seringkali berasal dari anak yang bapaknya kerja kantoran. Hal ini lantaran daya beli dan kemampuan ekonomi masyarakat Indonesia masih rendah.
Karena mereka tidak punya laptop di rumah dan belajar excelnya hanya lewat lab computer sekolahan inilah yang membuat kemampuan pelajar Indonesia terhadap skill excel tergolong rendah karena waktu belajarnya dengan computer / laptop jamnya sangat sedikit.
Saya kira dalam hal kementerian Pendidikan perlu sekali memberikan subsidi laptop / hibah laptop ke seluruh pelajar Indonesia dari SMP – SMA kalau kita ingin mengejar kemampuan IT selevel India.
Memang butuh sekali budget besar, tapi demi kemajuan Pendidikan harus dilakukan.
Nah itulah mengapa banyak orang Indonesia tidak paham excel secara mendalam walau sudah lulus kuliah sekarang sudah terjawabkan. Bagi teman-teman bos dan pengusaha yang butuh tenaga ahli excel namun pasar tenaga kerja ahli excel tidak tersedia di Indonesia, silahkan Anda kami sarankan untuk pesan saja jasa olah data excel di Mastahtugas. Kami siap membantu Anda mengerjakan berbagai pengerjaan data excel mulai dari pembuatan dashboard excel, edit excel, sampai dengan mengerjakan layanan jasa tugas excel.
Yuks silahkan dipesan saja mumpung kami ada diskon sebesar 15 persen yang bisa didapatkan client.