2 hari lalu ada konsumen yang tanya pada tim admin Mastahtugas terkait referensi. Dia bertanya jumlah referensi yang ideal ketika menulis referensi. Jawaban dari kami tentu tidak batasan baku berapa jumlah referensi yang bagus untuk menulis karya ilmiah. Ada yang kadang butuh 7 referensi saja sudah bagus terutama untuk esai singkat ada juga butuh jumlah puluhan referensi ketika untuk nulis tesis.
Agar Anda bisa tahu gambaran lebih lanjut kebutuhan jumlah referensi untuk setiap karya tulis ilmiah kami sertakan dalam tabel berikut ini:
| Jenis tugas | Jumlah referensi yang disarankan |
|---|---|
| Esai singkat (500–1.000 kata) | 3–8 |
| Esai akademik (1.500–3.000 kata) | 8–20 |
| Makalah kuliah | 10–25 |
| Literature review | 20–100+ |
| Proposal penelitian | 20–50 |
| Skripsi S1 | 30–80 |
| Tesis S2 | 50–150 |
| Disertasi S3 | 100–300+ |
Baca artikel relevan lainya : 4 Sumber Referensi Dalam Penulisan Makalah yang Harus Dihindari Mahasiswa
Hal yang Paling Penting Daripada Jumlah Referensi
Dosen biasanya tidak terlalu mempehartikan jumlah referensi sebagai faktor penilaian utama. Tidak otomatis Anda mendapatkan nilai A+ jika referensinya jumlahnya ratusan. Namun kami memberikan pedoman pada Anda bahwa referensi yang baik harus memenuhi aspek sebagai berikut, terutama dalam konteks dunia akademi Indonesia:
1. Referensi harus dari jurnal ilmiah yang bereputasi saya sarankan SINTA 1-3.
2. Referensi harus dari buku akademik yang lengkap dan komprehensif
3. Tahun terbitan terakhir 5-10 tahun terakhir. Ada pengecualian ketika Anda mengutip buku babon seperti Das Capital maka tidak ada aturan umur terbitan buku.
4. Sumber referensi harus diambil dari berbagai buku tidak hanya dari jurnal. Tapi komposisinya harus berimbang baik dari skripsi, buku, jurnal, tesis, suveri data statistik, maupun sumber lain
6. Sumber referensi harus relevan dengan judul penelitian yang sedang ditulis tidak asal copas tanpa memperhatikan relevansi referensi
7. Kalau mau nilai bagus biasanya referensi harus ditulis dengan bantuan aplikasi Mendeley
8. Konsisten ketika menulis gaya lingkung daftar pustaka. Jika Anda nulis menggunakan APA Style maka dari baris atas sampai baris daftar pustaka ke bawah harus APA Style. Jangan dicampur-campur antara APA Style dan MLA Style misalnya.
Contoh
Sebagai misal Anda ingin buat paper tentang penyakit Jantung maka referensinya akan kuat jika Anda ambil referensi dari berbagai sumber berupa:
1. 2 Jurnal Nasional Terindeks Sinta 1 dan 3 Jurnal Nasional Terindeks Scopus Q1
2. 2 Buku akademik
3. 3 laporan kesehatan yang diambil langsung dari WHO
4. 2 sumber skripsi
Jadi total ada 9 refensi dengan komposisi sumber referensi yang berbeda agar kualitas tulisan paper Anda bagus. Jadi tidak ada angka ideal yang baku terkait jumlah referensi yang baik. Kembali lagi pada relevansi dengan judul karya tulis yang sedang Anda buat. Semoga tulisan ini bisa menjawab kebingungan Anda terkait dengan jumlah referensi yang ideal untuk menulis karya ilmiah.
Jika Anda masih belum mampu menulis karya ilmiah dan belum mampu menuliskan daftar pustaka yang bagus Anda bisa mendapatkan probel solving dengan memesan beberapa layanan listing kami yang meliputi:
Silahkan bisa pilih layanan listing yang tersedia sesuai dengan kebutuhan Anda.