Berdasarkan pengamatan kami dalam membaca semua paper milik mahasiswa di seluruh kampus Indonesia, kami menilai ada hal-hal yang membuat kualitas paper terasa jelek dan tidak layak untuk diterbitkan di situs jurnal publish akademik. Namun kalian tahu sendiri bahwa kuantitas paper seringkali lebih diutamakan daripada kualitas paper sehingga pengurus penerbit jurnal tidak punya kurasi terhadap kualitas yang ketat.
Nah supaya kualitas paper menjadi lebih baik. Ada baiknya Anda bisa ikuti 6 langkah peningkatakan paper yang kami berikan sebagai berikut:
Table of Contents
Toggle1. Menambah Data Temuan Penelitian Lapangan
Mahasiswa ketika membuat paper biasanya hanya deksripsi saja dan tidak mengambil temuan data penelitian lapangan secara langsung. Akibatya isi paper terasa dangkal dan kurang ilmiah.
Nah agar paper berkualitas, kami sarankan untuk menambah data temuan lapangan yang diambil secara wawancara, penyebaran kuisoner, maupun temuan data dokumen lapangan. Cara ini sendiri sering kami lakukan ketika membuat paper kualitatif dan kuantitatif. Dengan strategi ini kami bahkan sering menang lomba penulisan karya ilmiah tingkat nasional.
2. Memberikan Visualisasi Data Dalam Paper
Mahasiswa di Indonesia ketika membuat paper biasanya seringkali tidak menambahkan visualisasi data dalam paper. Akibatnya temuan penelitian sukar untuk dijabarkan dengan mudah oleh pembaca.
Saran saya temuan data penelitian ini harus divisualisasikan dulu melalui beberapa tools olah data yang dikenal cukup bagus untuk memvisualisasi data. Adapun tools yang menurut saya bagus untuk membuat visualisasi data mulai dari softwere Power Bi, Nvivo, Eviews, Tableau, maupun Amos juga cukup bagus.
Kami sarankan kalian untuk download softwere tersebut lalu output hasil olah datanya dilampirkan ke dalam paper kalian.
3. Tidak Ada Gagasan Pribadi Penulis Dalam Paper
Kami sering ngamati mahasiswa ketika menulis paper jumlah katanya seringkali dihabiskan untuk mengutip pendapat ahli tanpa mensitesa pemikiran sendiri. Kalau cara ini terus-terusan dibiarkan, dunia penelitian bakalan mandeg dan tidak ada pembaharuan pemikiran.
Boleh sih Anda mengutip pendapat ahli, tapi saran saya jangan banyak-banyak. Cukup 5-10 kutipan ahli saja, lalu separuh-nya harus ada argument sendiri yang Anda tulis berdasarkan padangan filosofis Anda, pengalaman hidup, dan sudut pandang penulis. Jadi paper Anda akan terasa jauh lebih berkualitas.
4. Menulis Paper Ditempat yang Tenang dan Nyaman
Mahasiswa seringkali menulis paper di kos-kosan yang sumpek dan sempit. Akibatnya ide-ide liar dan brilian seringkali tidak muncul pada saat proses penulisan paper.
Agar ide-ide itu bisa muncul dengan seketika dan terasa lebih genuine, kami sarankan untuk menulis paper di tempat yang tenang dan nyaman.
Adapun tempat yang tenang dan nyaman menurut kami yaitu di Café, Pantai, Maupun di Pegunungan juga sangat bagus untuk sarana kontemplasi sekaligus menggali ide menulis.
5. Menulis Paper Dengan Bantuan Teman yang Sudah Ahli
Jika kualitas paper Anda masih terasa jelek, kami sarankan untuk berkolaborasi saja dengan teman Anda yang sudah ahli dalam menulis paper. Pastikan teman Anda minimal sudah menulis paper yang berhasil di terbitkan Sinta 2 baru cocok dianggap pakar ahli paper.
Minta teman Anda untuk membagi ilmu penulisan paper dengan lugas dan tanpa dirahasiakan.
6. Berkolaborasi Dengan Mastahtugas Untuk Menulis Paper
Jika Anda ingin lebih punya kualitas penulisan paper yang jauh lebih bagus, silahkan kolaborasi langsung saja dengan Mastahtugas.
Kami menyediakan layanan pembuatan paper untuk mahasiswa S1 dan S2 dengan harga terjangkau dan kualitas tinggi. Bagi yang ingin order silahkan langsung saja laman listing jasa pembuatan paper sekarang juga. Yuks pesan sekarang juga.