Ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan oleh mahasiswa paska sarjana ketika membuat tesis. Kesalahan ini bisa dibilang cukup fatal sehingga banyak mahasiswa S2 yang akhirnya gagal menyelesaikan tesis tepat waktu. Berikut ini kami rangkum beberapa kesalahanya.
Table of Contents
Toggle1.Menyusun Tesis Sembari Kerja Mencari Uang
Banyak mahasiswa S2 yang kesulitan secara finansial untuk membiayai kuliah S2-nya. Akhirnya mahasiswa banyak yang mencari kerja sambilan untuk mencari tambahan uang untuk biaya kuliah dengan cara kerja full time maupun part time. Celakanya, workflow semacam ini membuat penyelesaian tesis seringkali mengalami keterlambatan karena waktunya untuk menulis tesis habis untuk kegiatan kerjaan di luar kampus.
Agar penyelesaian penulisan tugas tesis bisa diselesaikan tepat waktu, kami sarankan untuk sementara hentikan saja dulu kegiatan kerja cari uang.
2.Temuan Data Dilapangan yang Terlalu Dipaksakan
Banyak mahasiswa yang terlalu memaksakan adanya temuan masalah data di lapangan, padahal data tersebut sebetulnya tidaklah ada tapi diada adakan sehingga data yang digunakan untuk penarakin kesimpulan sangat sedikit. Akibatnya dalam pengolahan data tesis seringkali mengalami stuk berbulan-bulan sehingga tidak bisa kelar dalam waktu yang sudah ditargetkan.
Saran saya lebih baik revisi judul berkali-kali tidak masalah asal data temuan lapangan benar-benar kuat dan sesuai dengan judul yang akan diangkat untuk penulisan tesis.
3. Jarang Ikut Bimbingan Tesis Bersama Dosbing
Tugas penyusunan tesis sering memberikan akhir penilaian yang tinggi bagi mahasiswa yang rajin “setor muka” ke dosbing atau sering rajin ikut bimbingan. Sehebat apapun daya nalar dan kreativitas Anda dalam menyusun tesis, tetap akan dinilai jelek oleh dosen jika dalam proses penuliisan tesis tanpa ada bimbingan tesis sama sekali. Dosen biasanya akan menganggap mahasiswanya teralu sombong.
Baca juga : 4 Sumber Referensi Dalam Penulisan Makalah yang Harus Dihindari Mahaiswa
Jadi sepintar-pintarnya Anda saya sarankan untuk tetaplah ikut bimbingan minimal dalam 1 minggu 1 kali. Dosen pembimbing yang akan menilai tugas skripsi Anda biasanya akan dengan sangat mudah memberikan nilai A+ bagi mahasiswanya yang aktif bimbingan.
4. Memakai Jurnal Fiktif Untuk Menyusun Tesis
Banyak mahasiswa S2 yang ketika menulis tesis menggunakan tools AI writing untuk menulis (Chatgpt, Gemini, Quilboot,dll). AI memang memberikan hasil penulisan tesis yang lebih cepat dibandingkan dengan tulisan tangan manual. Tapi tahukan Anda bahwa kelemahan AI writing untuk menuliskan tesis ada pada hasil generate daftar Pustaka yang kerap kali mencantumkan sitasi fiktif. Untuk tahun 2026 dalam riset mandiri tim Mastahtugas, kami sampai saat ini belum menemukan tools AI writing yang benar-benar presisi saat menuliskan daftar Pustaka.
Beberapa kampus yang ketat juga melarang mahasiswanya menulis tesis menggunakan AI. Mereka punya tools untuk deteksi tulisan AI menggunakan Zerogpt maupun Turnitin generasi terbaru.
5. Tidak Menyusun Tesis Sesuai Sistematika
Banyak mahasiswa S2 yang ketika menyusun tesis tidak melihat karya tulis kaka tingkat sebelumnya. Akibatnya tesis yang ditulis tidak sesuai berdasarkan gaya selingkung kampus. Dosen kerap memberi nilai rendah bagi mahasiswanya yang tidak tertib secara sistematika.
Saran saya selalu lihat sistematika penulisan dulu yang biasanya tertera di buku pedoman akademik maupun melihat langsung contoh tesis kaka tingkat terdahulu yang biasanya ada di perpustakaan prodi. Nah itulah 5 kesalahan dalam menyelesaikan tugas tesis yang tidak disadari.
Dengan menggunakan layanan listing kami yaitu jasa pembuatan proposal tesis terpercaya maka solusi masalah Anda yang kuliah sembari kerja full time bisa diselesaikan. Anda bisa tetap kerja nyari uang sementara waktu Anda yang keteteran saat menulis tesis bisa dibantu oleh Mastahtugas. Yuks langsung order saja melalui laman listing tersebut. Kami sudah berpengalaman menyediakan layanan joki tesis selama 4 tahun dengan kualitas terbaik.