Jumlah paper yang sudah terpublikasi di Scopus, Elsavier, Wiley, Pubmed, maupun Scimago mungkin jumlahnya sudah jutaan. Tapi saya melihatnya antara judul satu paper yang satu dengan judul paper yang lain kemiripanya mencapai 60 persen.
Karena kemiripanya sangatlah identik, maka dapat dipastikan bahwa novelty dari paper tersebut sangat kurang. Saya melihat di dunia akademis kurang ada keberanian untuk dominan ekstrak pikiran sendiri dari batin sendiri untuk ditulis dalam sebuah tulisan paper.
Banyak mahasiswa, penulis, periset, dosen dll yang lebih suka sibuk memperpenuh work space Microsoft Word-nya dengan memperbanyak kutipan ahli yang kadang asal comot tidak disesuikan dengan relevansi judul hingga mencapai 60 persen dari total jumlah tulisan.
Terlalu mabuk kutipan ahli namun mengurangi porsi daya imajinasi sendiri dalam menuangkan dalam tulisan paper tentu saja bisa mengakibatkan kejumutan dalam ilmu pengetahuan. Masing-masing peneliti seperti mengekor terhadap peneliti lain begitu seterusnya bertahan hingga puluhan tahun.
Disini Mastahtugas mengajak kepada para mahasiswa, dosen, dan akademikus lainya untuk mulai sekarang berani mengambil porsi lebih banyak untuk mengeluarkan ruang imajinasinya sendiri untuk menulis paper. Karena pengalaman imajinasi sendiri yang dituang dalam paper biasanya akan menambah perspektif yang lebih luas terkait dengan ilmu pengetahuan yang ditulis.
Saya jadi teringat akan era kejayaan Islam Islamic Golden Age Abasiyah dimana era itu banyak ilmuwan muslim yang dengan percaya diri eksperimen sendiri dengan berbagai alat lab / laboratorium untuk menemukan pengetahuan baru tidak terlalu mengekor kepada pendapat ahli terdahulu justru pada akhirnya dunia Islam jauh lebih banyak menemukan temuan ilmiah yang revolusioner di zamanya seperti pencetus algoritma oleh Al Khawarizmi, pencetus teori bedah kedokteran oleh Ibnu Sina.
Lihatlah ilmuwan-ilmuwan tersebut, mereka melakukan suatu temuan ilmiah dengan eksperimen mendalam dan berani trial dan eror dengan membuktikanya langsung. Tidak terlalu mengutip pendapat ahli yang justru pada akhirnya akan mematikan novelty.
Menurut saya dunia sains Islam sekarang tertinggal sangat jauh dibandingkan peradaban barat karena telah mematikan spirit eksperimen yang ada dalam core Islam abad ke 7.
Jadi mulai sekarang, mulailah menulis paper dengan mengutamakan eksperimen mandiri terhadap objek yang akan ditulis dalam paper. Jika Anda mengalami kesulitan membuat paper dengan unsur novelty yang tinggi, Anda bisa minta bantuan Mastahtugas melalui laman listing jasa pembuatan paper. Silahkan Anda bisa segera klik link tersebut untuk segera melakukan cek out pemesanan layanan.